You Are Here: Home» » Bulu Tangkis


A.     HAKEKAT PERMAINAN BULUTANGKIS
1.       Hakekat Permainan Bulutangkis
Bulutangkis adalah sebuah cabang olahraga yang memukul dan menangkis bola yang terbuat dari bulu. Inti permainan bulutangkis adalah memasukkan bola (shuttlecock) ke lapangan lawan melalui net setinggi 1,55 meter dari lantai. Jaring ini membatasi kedua bagian lapangan permainan dimana para pemain berdiri dan melakukan gerakan-gerakan tipuan.
Permainan dimulai dengan cara menyajikan bola atau service, yang memukul bola dari petak service kanan ke petak service kanan lawan, sehingga jalan bola menyilang. Permainan bulutangkis ini biasanya dimainkan oleh: (1)  Seorang pria melawan seorang pria (tunggal putra), (2) Seorang wanita melawan seorang wanita (tunggal putri), (3) Sepasang pria melawan sepasang pria (ganda putra), (4) Sepasang wanita melawan sepasang wanita (ganda putri), dan (5) Sepasang pria/wanita melawan sepasang pria/wanita (ganda campuran).

2.      Sejarah Permainan Bulutangkis
Permainan bulutangkis di Indonesia merupakan cabang olahraga yang digemari oleh seluruh lapisan masyarakat, disamping sepakbola, bolavoli, dan beberapa cabang olahraga yang lain.  Perkembangan yang nyata dimulai sejak tahun 1958, dimana untuk pertama kalinya Indonesia mengikuti kejuaraan dunia dan sekaligus muncul sebagai pemenang dengan merebut Piala Thomas.
Kejuaraan ini dimulai sejak tahun 1949, untuk memperebutkan piala bergilir dari Sir George Thomas yang sampai sekarang dikenal dengan kejuaraan “Thomas Cup” sebagai lambing supermasi bulutangis dunia untuk beregu putera yang diadakan setiap dua tahun sekali.
Untuk beregu puteri, memperebutkan piala bergilir dari Mrs. H.S. Uber yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 1957 dan dikenal sampai sekarang dengan kejuaraan “Uber Cup”.  Kejuaraan ini diadakan setiap dua tahun sekali dan negara yang pertama kali meraih Piala Uber adalah Amerika Serikat.
Menurut sejarah, permainan bulutangkis berasal dari permainan yang bernama “Poona” dan berasal dari India.  Oleh beberapa perwira tentara Kerajaan Inggris yang menjajah India pada waktu itu, permainan ini dibawa ke Inggris dan dikembangkan di sana.  Pada tahun 1873, permainan ini dimainkan di taman istana milik Duke de Beaufort di Badminton Gloucerter Shore, hingga karenanya permainan ini kemudian diberi nama “Badminton”. Badminton atau bulutangkis kemudian berkembang di banyak negara dan masuk ke Indonesia dibawa oleh orang-orang Belanda.
Karena perkembangannya sangat pesat, maka perlu didirikan organisasi internasional untuk mengatur kegiatan bulutangkis internasional dan diberi nama “International Badminton Federation” (IBF) pada tanggal 5 Juli 1934 yang beranggotakan persatuan-persatuan bulutangkis dari beberapa negara.
Di Indonesia dibentuk organisasi induk tingkat nasional, yaitu Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada tanggal 5 Mei 1951. Kemudian pada tahun 1953, Indonesia menjadi anggota IBF dan dengan demikian berhak untuk mengikuti pertandingan-pertandingan internasional.


Thanks for reading: Bulu Tangkis
Tags:

0 komentar

Leave a Reply

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.