You Are Here: Home» lingkungan , Pendidikan » Ikan Salem

JANGAN DI HAPUS
Ikan Salem
Cuaca hari ini sangat cerah, dibukit belakang dengan hamparan rumput hijau terdapat barisan gunung nan indah. Dede dan mamanya datang bertamasya dengan gembira. Mereka berdua mengagumi pemandangan hutan yang penuh  
 warna dan melangkah ringan dengan riang gembira. Tak lama kemudian mereka sampai di tepi sungai yang jernih, tiba tiba Dede  tertegun melihat ke dalam aliran sungai tersebut, dia menemukan segerombolan ikan salem sedang berenang sekuat tenaga melawan arus menuju hulu sungai, walaupun aliran sungai begitu derasnya, namun ikan-ikan salem itu tetap sekuat tenaga berenang mengarungi jeram air. Dede dengan sangat heran melihatnya dan bertanya, “Mama, ini ikan apa ?” Mama menjawabnya, “Ini adalah ikan Salem.” Dede bertanya lagi, “Lalu mengapa mereka begitu susah payah berenang ke atas hulu sungai?” Mama berkata, “Mereka akan pulang menuju tempat kelahirannya. Ini dikarenakan induk ikan Salem hanya dapat melahirkan di hulu sungai. Kemudian ketika anak-anak ikan salem perlahan-lahan tumbuh kuat, mereka mengikuti aliran sungai menuju hilir dan akhirnya ke laut. Nah, sekarang ini adalah waktu mereka untuk pulang.”
Setelah mendengar perkataan mamanya, Dede berpikir dan bertanya lagi, “Mama, kalau begitu darimanakah asal jiwa kita ?” Mama tersenyum dengan penuh kasih, ”Kita semua sebelum masuk ke dalam kandungan mama adalah berasal dari alam semesta yang sangat jauh, disitulah tempat kelahiran jiwa kita yang sesungguhnya
Mendengar penjelasan mama, Dede makin penasaran bertanya,”Lalu apakah di sana tempat yang sangat indah?” Mama berkata, ”Oh, di sana adalah tempat yang paling indah, lebih indah dari pada pemandangan yang pernah Dede lihat.”
Saat itu juga Dede berkata dengan senang dan tergesa,“Kalau begitu kita cepat-cepat pulang saja ke tempat asal kelahiran jiwa kita.” Mama dengan tersenyum berkata, ”Tetapi kita juga harus melalui suatu perjuangan yang gigih barulah bisa pulang.” Mendengar jawaban mamanya, Dede langsung menyahut, ”Oh tidak masalah….saya kan jago berenang.” Mama pun tersenyum geli, “Bukan begitu sayang, manusia tidak sama dengan ikan Salem, kita harus selalu ketat mematut diri menjadi seorang yang baik, benar-benar menjadi orang yang baik, yang sesuai dengan karakter alam semesta itu barulah bisa kembali ke tempat asal kelahiran jiwa kita yang indah tersebut.”
Bayangkan jika orang-orang disekeliling kita, lingkungan, hewan dan tumbuhan semuanya selaras dengan karakter alam semesta, sejati baik sabar, tentu sangat indah dan damai bukan? Jika adik-adik terus berupaya menjadi orang yang baik dalam kehidupan sehari-hari, maka ibu alam semesta akan dengan senang hati menganugerahi kalian dunia yang seindah kejernihan hati kalian. Kita dapat mencobanya mulai dari hal yang paling kecil, yuk! (disadur dari : Cerita anak sekolah Minghui/ntdtv/ing)

Thanks for reading: Ikan Salem
Tags: lingkungan , Pendidikan

0 komentar

Leave a Reply

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.