You Are Here: Home» Kesehatan » Obat Penghilang Rasa Sakit Cegah Terkena Parkinson

Obat Penghilang Rasa Sakit Cegah Terkena Parkinson
KapanLagi.com - Obat penghilang rasa sakit misalnya aspirin dan ibuprofen dapat mengurangi resiko terkena penyakit Parkinson, para peneliti Amerika Serikat mengatakan.
Mereka menemukan bahwa dengan meminum obat-obat tersebut secara berkala menimbulkan reaksi untuk menghilangkan rasa nyeri akibat penyakit arthritis atau sakit kepala, juga mengurangi resiko terhadap penyakit Parkinson dibandingkan dengan mereka-mereka yang tidak mengonsumsi obat-obatan tersebut sama sekali.
Obat-obatan tersebut dikenal sebagai obat-obatan non-steroid anti peradangan atau dikenal sebagai NSAIDs yang dikonsumsi oleh jutaan orang.
Tim peneliti dari University of California, Los Angeles meneliti 579 pria dan wanita dari California. Separuh di antaranya terkena didiagnosa terkena Parkinson. Mereka ditanya apakah mengkonsumsi aspirin atau obat NSAIDs lainnya seperti ibuprofen, sekali dalam seminggu atau dalam satu periode yang sedikitnya satu bulan dalam hidup mereka. Pasien yang minum dua atau lebih obat tersebut selama sepekan atau sedikitnya satu bulan dapat dianggap sebagai pengguna secara berkala.
Acetaminophen yang juga dikenal sebagai paracetamol bukan termasuk NSAIDs tidak bekerja seperti aspirin atau ibuprofen, naproxen dan obat-obatan yang sejenisnya.
Para peneliti tersebut menemukan bahwa para pengguna NSAIDs secara berkala menerima manfaat dari obat-obatan tersebut karena bekerja sebagai penangkal terhadap penyakit Parkinson dengan dampak yang memberikan semacam perlindungan bagi pengguna NSAIDs secara berkala terutama mereka yang menggunakan NSAIDs selama dua tahun atau lebih," kata Angelika Wahner dari UCLA yang melakukan penelitian tersebut,
"Berdasarkan hasil tersebut dan adanya kondisi semakin besar beban yang diakibatkan penyakit Parkinson dengan bertambahnya usia, maka semakin besar pula kepentingan untuk mempelajari atau meneliti mengapa obat-obatan tersebut berperan sebagai penangkal terhadap penyakit tersebut."
Wanita yang mengkonsumsi aspirin secara teratur menurunkan resiko terhadap penyakit Parkinson yang diderita oleh 40% wanita usia lansia," kata Wahner dan rekan-rekannya dalam jurnal, the Journal Neurology.
"Yang menarik aspirin hanya memberikan dampak positifnya kepada kaum wanita saja, hal itu mungkin dikarenakan pria meminum aspirin dalam dosis rendah untuk masalah jantung yang mereka alami sementara kaum wanita mengkonsumsi aspirin dalam dosis tinggi untuk sakit kepala dan arthritis yang mereka derita."
Ahli epidemiolgi Beate Ritz yang juga ikut dalam penelitian tersebut mengatakan obat-obatan tersebut dapat mencegah terjadinya kerusakan pada otak akibat peradangan.
"Kemungkinan besar senyawa anti peradangan yang terdapat dalam NSAIDs memberikan pengaruhnya dengan efek penangkalan terhadap penyakit Parkinson, namun mekanismenya secara tepat masih belum jelas dan karenanya penelitian lanjut harus dilakukan ," kata Ritz.
Penyakit Parkinson yang diderita lebih dari satu juta orang di AS, ditandai oleh matinya sel-sel otak yang memproduksi dopamine. Dopamine adalah satu jenis senyawa kimia pengantar pesan bagi syaraf yang diikuti dengan gerakan.
Obat-obatan dapat menghambat gejala-gejala Parkinson untuk beberapa waktu lamanya namun sejauh ini belum ada obat atau terapi yang tepat untuk pengobatan bagi penyakit tersebut. (*/cax

Tags: Kesehatan