You Are Here: Home» Kesehatan » Puasa Aman Penderita Diabetes

Puasa Aman Penderita Diabetes
KapanLagi.com - Diabetasi, sebutan bagi penyandang Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis, masih diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa namun tentunya mesti dikonsultasikan ke dokter.
Hal itu, menurut dr. Reno Gustaviani R, SpPD dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, perlu dilakukan karena bila tidak disiasati dengan baik maka manfaat puasa bagi kesehatan tidak akan dapat dirasakan oleh penderita kencing manis.
Bila tidak disiasati dengan baik, ia menjelaskan, perubahan metabolik akibat pembatasan makanan dan minuman saat berpuasa dapat berakibat buruk bagi penderita kencing manis. Saat berpuasa saluran pencernaan sama sekali tidak menerima asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 14 jam (di Indonesia) dan hal itu menyebabkan terjadinya beberapa perubahan fisiologis.
"Puasa menyebabkan penurunan kadar glukosa darah tapi tidak secara drastis. Glukosa darah dipertahankan sebanyak 60-126 mg/dl melalui mekanisme kerja hormon insulin dan kontra regulator insulin," katanya.
Ia menambahkan, puasa juga merupakan suatu stres bagi tubuh karena terjadi peningkatan hormon kontra insulin. Hal inilah yang menyebabkan proses glikogenesis dan glukoneogenesis pada pasien DM menjadi tak terkendali dan cenderung lebih cepat sehingga menyebabkan ketoasidosis dan dehidrasi.
Pada kondisi yang demikian, kata dia, penderita diabetes tidak dianjurkan berpuasa dan bila ingin berpuasa lagipun harus disertai pengaturan pengonsumsian obat-obatan dan makanan.
Diabetasi, menurut dia, diperbolehkan berpuasa bila memang memungkinkan berdasarkan sejumlah pertimbangan seperti penilaian kondisi fisik, penilaian kontrol metabolik, penyesuaian diet dan penyesuaian jenis obat.
Pasien DM yang diperbolehkan berpuasa, menurut dia, adalah pasien yang kadar gula darahnya terkendali yakni kurang dari 110 mg/dl sewaktu berpuasa dan kurang dari 160 mg/dl pada dua jam setelah berpuasa.
Menurut dia, pasien DM tipe-1 (diabetes karena kurangnya produksi insulin) yang stabil atau terkendali dengan perencanaan makan dan olah raga diperbolehkan berpuasa.
Puasa juga bisa dilakukan semua pasien DM tipe-2 (diabetes akibat kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin) dengan berat badan lebih serta kontrol yang baik dan pengawasan glukosa darah secara ketat.
Ia menambahkan pula bahwa pasien DM yang mendapat suntikan insulin satu kali per hari dapat berpuasa sedangkan pasien yang mendapatkan suntikan insulin dua kali sehari atau lebih dianjurkan untuk tidak berpuasa.
Bagi diabetasi yang aman berpuasa, dr.Reno menyarankan agar memantau kadar glukosa darah dengan ketat dan belajar mengenali gejala hipoglikemia dan dehidrasi sejak dini.
"Jika glukosa darah kurang dari 63 mg/dl sebaiknya segera berbuka," ujarnya.
Sementara bagi pasien DM tipe-1 yang tidak stabil serta pasien DM tipe-1 dan tipe-2 dengan kontrol buruk, katanya, dianjurkan untuk tidak puasa.
Puasa, katanya, juga dianjurkan tidak dilakukan oleh diabetasi yang tidak mengikuti diet, pemakaian obat dan pengaturan aktivitas. Juga tidak baik untuk penyandang DM dengan komplikasi serius, pasien DM dengan riwayat ketoasidosis, pasien DM yang sedang hamil, pasien DM yang sedang mengalami infeksi, pasien dengan usia tua dengan masalah kesadaran serta pasien yang mengalami dua kali atau lebih episode hipoglikemia selama Ramadhan.
Pengaturan Makan dan Aktivitas
Menurut dr.Reno, penyandang DM sebaiknya menerapkan diet yang aman saat berpuasa dan berhati-hati dalam memilih makanan serta minuman yang dikonsumsi.
Sahur disarankan dilakukan mendekati imsak dan makanan disajikan dengan lebih menarik agar jumlah makanan yang dikonsumsi cukup agar asupan kalorinya kurang lebih sama dengan kebutuhan kalori sehari-hari.
Ia juga menyarankan agar pasien DM mengonsumsi makanan yang segar dan bergizi secara bertahap yakni 50% saat berbuka puasa, 10% setelah shalat taraweh dan 40% ketika sahur.
"Konsumsi cairan disesuaikan dengan kebutuhan normal, sekitar delapan gelas per hari. Sebaiknya membatasi makanan manis dan makanan yang digoreng serta memilih untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks ketika makan sahur," jelasnya.
Pengaturan makanan selama Ramadhan itu, menurut dia, sebaiknya juga dilaksanakan pada Hari raya Idul Fitri dan sesudahnya.
Sementara berkenaan dengan pengaturan aktivitas, Reno menyarankan agar selama berpuasa pasien DM melakukan latihan ringan atau sedang yang tidak membahayakan, beristirahat pada siang hari dan melakukan kegiatan jasmani seperti pada hari-hari biasa.
"Shalat taraweh juga membantu metabolisme makanan karena paling tidak mengeluarkan 200 kalori," katanya.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa waktu dan dosis pemberian Obat Hipoglikemik Oral (OHO) pada penyandang DM yang berpuasa juga perlu diatur untuk mengurangi resiko hipo atau hiperglikemia.
"Pasien DM terkendali dengan OHO dosis tunggal aman untuk berpuasa dan sebaiknya OHO diberikan saat berbuka. Bagi pasien DM terkendali dengan OHO dosis terbagi sebaiknya diberikan dengan dosis lebih besar ketika berbuka," ujarnya serta menambahkan bahwa dalam hal ini tidak ada petunjuk baku tentang pengaturan pemberian insulin.
Dengan pengaturan makanan, aktivitas dan pemberian obat yang baik, diabetasi diharapkan bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman dan tenang. (*/cax)

Thanks for reading: Puasa Aman Penderita Diabetes
Tags: Kesehatan