You Are Here: Home» Kesehatan » Serba Serbi Kondom (2)

Serba Serbi Kondom (2)

Kapanlagi.com - Kalau dalam artikel terdahulu, kita mengenal apa itu kondom, fungsi dan untung rugi pemakaiannya, sekarang lebih ditekankan pada jenis bahan, ukuran dan pemilihan kondom yang sesuai dengan Anda. Selamat membaca!
Tanya (T) : Bagaimana menyiasati kondom yang terlalu kecil?
Jawab (J): Inilah saatnya Anda mengadakan eksperimen dengan berbagai jenis kondom. Beberapa merek kondom juga memiliki ukuran yang berbeda, yang akan membuat nyaman. Perlu diingat bahwa “Mr.P” memiliki ukuran yang tidak jauh berbeda ketika sedang ereksi.
Pastikan juga Anda memakai kondom yang berpelumas dan jangan menambahkan pelumas tambahan untuk melumasi bagian dalam dan luar kondom .Jika Anda tidak ingin merasa tidak nyaman saat berhubungan seks, ketika tengah sendirian, cobalah memastikan ukuran“Mr.P” saat ereksi.
T: Apakah kondom yang terlalu ketat bisa sobek?
J: Ketika memakai kondom, sisakan sedikit antara ujung “Mr.P” dan ujung kondom sehingga bisa tidak terlalu ketat dan bisa menampung sperma yang keluar. Untuk melakukannya, gulunglah kondom hingga keatas “Mr.P” Lalu tahanlah sedikit pada dasarnya dengan menggunakan tangan satunya.
Ini juga bisa membantu mengeluarkan angin yang berada didalamnya. Ada baiknya melakukan tes pada beberapa merek kondom untuk menentukan mana yang nyaman dan cocok untuk Anda. Dengan demikian Anda tidak perlu kuatir lagi dengan masalah kondom yang dipakai.
T: Dimanakah bisa mendapatkan kondom ukuran super besar?
J: Anda bisa mendapatkan kondom dalam berbagai ukuran di toko-toko atau apotik. Namun jika Anda memiliki masalah dengan ukuran “Mr.P” cobalah berbagai macam kondom untuk mengetahui jenis apakah yang paling nyaman untuk Anda.
T: Bagaimana cara memilih kondom yang baik?
J: Kondom terbuat dari bermacam-macam bahan, lateks, kulit kambing dan polyurethane. Kondom lateks adalah yang paling mahal. Dipasarkan dalam berbagai macam merek, ukuran, warna, tekstur dan kelenturan bahkan rasa. Lateks memiliki zat penetral sperma yang dapat mencegah kehamilan dan menghambat penularan penyakit seksual.
Polyurethane adalah produk baru dipasaran. Bedanya polyurethane terbuat dari plastik yang lebih tipis, lebih kuat, lebih lentur, lebih tahan, lebih dapat meningkatkan gairah dan lebih sensitif.
Tidak seperti kondom lainnya polyurethane tersedia juga bagi wanita dan pria. Khusus untuk wanita, kondomnya harus dimasukkan dalam “Miss V” 8 jam sebelum berhubungan. Tambahkan pelumas berbahan dasar air agar lebih nyaman dan tidak berisik. Belum ada studi khusus yang mempelajari kemampuan mereka dalam menghambat penularan penyakit seksual, namun diyakini perlindungan polyurethane kondom sama efektifnya dengan lateks kondom.
Sedangkan kondom kulit kambing adalah yang pertama kali dikeluarkan di pasaran. Terbuat dari protein binatang. Adanya pori yang kecil membuat lambskin kondom tidak hanya efektif melawan virus yang menularkan penyakit seksual. Tapi juga mencegah kehamilan. Lambskin (kulit kambing) merupakan kondom lebih alami daripada lateks dan polyurethane.
Ketiga kondom ini sama-sama efektif untuk mencegah kehamilan bila digunakan dengan konsisten. Badan Tekhnologi Kontrasepsi mencatat hanya ada 3% pasangan yang menggunakan kondom dengan benar dan konsisten mengalami kegagalan fungsi kondom tiap tahunnya.
Kondom untuk wanita memiliki kemungkinan kehamilan sebesar 5%, namun masih cukup efektif untuk dijadikan pengontrol kehamilan Setelah mengetahui jenis kondom, dalam memilih kondom perlu juga memperhatikan jumlah anggaran yang Anda punya, kemampuannya dan juga rasanya saat digunakan.
T: Bagaimana cara untuk mengatasi kondom yang sobek?
J: Kondom dapat menyebabkan kehamilan bila :
- Tidak digunakan dengan benar
- Tidak digunakan dengan konsisten
- Robek saat berhubungan seksual
- Cacat produksi
- Kadaluarsa
Sekitar 2-5% kondom rusak saat dipakai, kebanyakan merupakan kesalahan dari sang penguna, misalnya karena kurang pelumas atau terkoyak oleh kuku.
Kerusakan dapat juga disebabkan karena kondom tidak digulung dengan sempurna, tidak menyisakan sedikit ruangan pada ujungnya dan tidak menjepit ujungnya saat menarik “Mr..P” setelah terjadi ejakulasi.
Pemakaian yang tidak konsisten maksudnya tidak menggunakan kondom tiap kali melakukan hubungan seksual atau tidak segera memasang kondom sebelum ejakulasi pada saat awal berhubungan(sebelum “Mr.P” memasuki “Miss V”).
Untuk amannya pria sebaiknya memakai kondom sebelum melakukan hubungan seksual atau tunggu hingga mengalami penetrasi.Seandainya telah dipakai dengan benar, namun kondom sobek saat dipakai berarti ini merupakan kesalahan dari pabrik, karena lalai dalam pengujian kekuatan dan kelenturan.
Secara berkala Badan Pengawasan Makanan dan Obat mengirimkan inspektur yang akan mengadaan pengecekan di pabrik kondom untuk melihhat apakah semua proses dan aturannya telah dijalankan.
T: Bagaimana mengatasi kondom yang sering terlepas saat berhubungan seks?
J: Apakah kondom yang dipakai sudah sesuai dengan bentuk dan ukuran “Mr.P” dari pasangan Anda ? Karena seharusnya kondom tidak terlepas saat berada dalam “Miss V”Saat ini tersedia merek dan model kondom yang bermacam-macam. Jadi cobalah untuk menguji beberapa dari mereka untuk mencari yang benar-benar cocok dan nyaman. Jika Anda menambahkan pelumas, oleskan pada kondom sebelum dipakaikan.
Atau mungkin Anda ingin menggunakan kondom kering, basahilah pada sisi luarnya saja, karena tidak jarang “Miss V”mengalami kekeringan.
Posisi juga merupakan faktor terpenting dalam kasus ini, bisa jadi karena “Mr.P” tidak dikeluarkan sesudah ejakulasi. Sehingga akhirnya kondom terlepas.
Untuk mengantisipasinya Anda dapat menggunakan kondom yang berukuran kecil.
T: Bisakah hamil meskipun baru melakukannya sekali?
J: Kondom sangat efektif untuk mencegah kehamilan jika digunakan dengan benar dan rutin tiap kali Anda melakukan hubungan seksual. Tidak seperti alat kontraasepsi lainnya, kondom juga dapat menghambat penularan penyakit seksual.
Pada sebuah studi yang meneliti tentang kondom, diketahui bahwa kondompun dapat bocor atau sobek pada saat digunakan. Memakai kondom dipadu dengan alat kontrasepsi lainnya akan lebih meningkatkan efektivitas.
Jika Anda memutuskan untuk terus berhubungan, dianjurkan pada pasangan Anda untuk memeriksakan diri pada pakar kesehatan tentang alat kontrasepsi apa yang aman untuk dipakainya.
Selain itu Anda juga akan menerima panduan tentang penggunaan kondom, yang harus Anda baca dan praktekkan bersama pasangan (biasanya alat peraganya berupa pisang atau timun). Cobalah untuk mempraktekkannya dalam kondisi gelap dan terang, posisi duduk dan berdiri. Makin banyak latihan akan memudahkan memasangnya.
Ingatlah pernah berhubungan seks bukan berarti Anda harus terus melakukannya. Masih banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menunjukkan perasaan sayang! (tim Kapanlagi.com)

Thanks for reading: Serba Serbi Kondom (2)
Tags: Kesehatan

0 komentar

Leave a Reply

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.