You Are Here: Home» Kesehatan » Terapi Radioisotop Membuat Alarm Bandara Berbunyi

Terapi Radioisotop Membuat Alarm Bandara Berbunyi
KapanLagi.com - Laporan dari satu kasus seseorang yang menjalani terapi radioisotop terbukti bisa menyebabkan orang tersebut mengandung radioaktif selama beberapa pekan yang bisa membunyikan alarm alat detektor yang digunakan di bandara.
"Para pasien yang menjalani terapi radioisotop harus diingatkan bahwa hal itu dapat menyebabkan alarm alat detektor bandar udara berbunyi," kata Dr.Kalyan Kumar Gangopadhyayp dan rekan-rekannya dari sebuah rumah sakit di Birmingham, Inggris, seperti dilansir Reuters, Jumat (04/08).
Laporan yang dimuat di Jurnal Kedokteran Inggris mengatakan seorang pasien pria berusia 46 yang mengalami masalah aktivitas kelenjar thyroid yang berlebihan. Pemberian obat-obatan berhasil dalam menangani gejala namun bersamaan dengan waktu pria itu membutuhkan pengobatan dengan menggunakan penyinaran sinar radioaktif yodium untuk mengurangi aktivitas thyroidnya.
Pihak rumah sakit memberikan kartu keterangan pada pria itu mengingat kemungkinan akibat terapi yang dijalaninya. Namun sayang dalam kartu keterangan tersebut tidak disebutkan kemungkinan hal itu dapat menyebabkan membunyikan alarm alat detektor keamanan di bandar udara.
Enam pekan kemudian pria itu melakukan perjalanan udara pada saat ia berada di bandar udara Orlando, tubuhnya yang masih memiliki kandungan radioaktif membunyikan alarm detektor.
Ia ditangkap, dan segera digeledah dan anjing pelacak ikut serta dalam peyelidikan atas dirinya. Setelah melewati interogasi yang cukup lama, pria itu dibebaskan setelah menunjukkan kartu yang diperolehnya dari rumah sakit.
Berdasarkan pada jenis radioisotop yang digunakan pasien dapat menyebabkan berbunyinya alarm radiasi hingga kurun waktu 95 hari, demikian laporan kasus yang dimuat di jurnal kedokteran.
"Para dokter umumnya kurang memiliki kesadaran kemungkinan kearah itu," demikian catatan para peneliti Birmingham.
Para peneliti menambahkan dengan digunakannya alat detektor yang lebih canggih saat ini di badar udara internasional maka ada kemunginan besar bahwa zat radioaktif yang masih terdapat dalam tubuh pasien yang menerima terapi radioisotop maka jumlah kasus pria Orlando kemungkinannya semakin besar terjadi. (rtr)
Tags: Kesehatan