You Are Here: Home» Kesehatan » Viagra Dongkrak Stamina di Pegunungan

Viagra Dongkrak Stamina di Pegunungan
KapanLagi.com - Jika selama ini Viagra terbukti efektif mengatasi disfungsi ereksi, kini ternyata Viagra juga bisa membantu atlit ataupun prajurit yang lebih banyak menghabiskan aktifitas di pegunungan.
Dalam sebuah studi yang dilakukan Stanford University, beberapa partisipan diminta mengendarai stationary bicycles dan mengenakan masker, untuk menyamakan kondisi rendah oksigen di pegunungan atau pada ketinggian 12,700 feet (sekitar 3,800 mdpl). Hasilnya, konsumsi Viagra ternyata bisa membantu mendongkrak stamina responden rata-rata sampai 39 persen.
Viagra, obat yang pernah membuat Pfizer (produsen Viagra) sukses besar pada 1998, ini menyebabkan pembuluh darah menjadi lancar dan rileks, tak hanya aliran darah pada penis tapi juga pada paru-paru, seperti yang dilansir ABCNews, Selasa (27/06).
Tahun lalu, obat yang juga dikenal dengan sebutan sildenafil ini terbukti bisa menyembuhkan pulmonary hypertension (tekanan darah tinggi pada pembuluh darah paru, yang mengakibatkan gagal jantung dan kematian dini). Pulmonary hypertension ini juga salah satu efek berkurangnya oksigen yang kerap terjadi saat kita berada di ketinggian.
"Hal ini sangat menguntungkan. Meskipun dalam penelitian tersebut tak semua responden mendapat pengaruh dari Viagra, namun empat dari sepuluh partisipan mengalami perbaikan jarak tempuh yang cukup signifikan, dengan catatan waktu sekitar 10 menit, 48 detik, dibanding mereka yang mengkonsumsi placebo (kapsul kosong) hanya mencatat waktu 15 menit," jelas Annie Friedlander, pemimpin studi, yang akan mengajukan studi ini dalam Journal of Applied Physiology.
Meskipun para peneliti masih belum menemukan penyebab mengapa hanya beberapa responden yang mengalami efek positif viagra pada paru-paru, terutama pada mereka yang sering beraktivitas di ketinggian. Namun sejauh ini belum ditemukan khasiat obat tersebut untuk aktivitas di bawah laut.
Untuk lebih membuktikan keampuhannnya, Militer AS berencana menguji pengunaan obat tersebut pada beberapa prajurit di pegunungan Afghanistan pada musim panas mendatang. (abcnews/rit)
Tags: Kesehatan