You Are Here: Home» Kesehatan » Video 'Jenius' Hambat Perkembangan Otak Bayi

Video 'Jenius' Hambat Perkembangan Otak Bayi
KapanLagi.com - Rekaman yang diklaim dapat merangsang pertumbuhan otak bayi malah dimungkinkan memperlambat perkembangan kosakata pada bayi, jika semua itu digunakan secara berlebihan, kata beberapa peneliti AS, Rabu (9/8).
Setiap empat jam yang dilewati setiap hari untuk menonton video dan DVD bayi, bayi yang berusia 8 sampai 16 bulan memahami rata-rata enam sampai delapan kata lebih sedikit dibandingkan dengan bayi yang tidak menontonnya, kata Frederick Zimmerman dari University of Washington dan rekannya.
Bayi yang lebih tua tak terpengaruh atau terbantu oleh video itu, kata para peneliti tersebut dalam Journal of Pediatrics.
"Fakta paling penting yang datang dari studi ini ialah tak ada bukti jelas mengenai manfaat yang berasal dan DVD dan video, dan ada petunjuk mengenai keburukannya," kata Zimmerman dalam suatu pernyataan.
"Intinya ialah makin lama bayi menonton video dan DVD, makin besar dampaknya. Jumlah yang disaksikan tak bermasalah," katanya.
Zimmerman dan rekannya melakukan wawancara telefon secara acak dengan lebih dari 1.000 keluarga di Minnesota dan Washington yang memiliki bayi dan mengajukan pertanyaan terperinci mengenai kegiatan menonton video dan televisi.
Orang tua yang memiliki bayi yang berusia 8 sampai 16 bulan ditanya tentang seberapa banyak kata seperti 'choo-choo', 'mommy' dan 'nose' dapat dipahami anak mereka. Orang tua bayi juga ditanya berapa kata seperti 'truck', 'cookie' dan 'balloon' yang diketahui anak mereka.
"Hasilnya mengejutkan kami, tapi semuanya masuk akal. Hanya sejumlah jam terbatas saat bayi melek dan sadar," kata Andrew Meltzoff, ahli psikologi yang ikut dalam studi itu.
"Jika 'waktu sadar' dilewati di depan DVD dan TV, dan bukan dengan orang yang berbicara 'dengan cara kebapakan atau keibuan', gaya bicaya melodis yang kita gunakan dengan anak kecil, bayi tak memperoleh pengalaman linguistik yang sama," kata Meltzoff.
"Orang tua dan perawat adalah guru pertama dan terbaik bagi bayi. Mereka secara insting menyesuaikan cara bicara mereka, pandangan mata dan tanda sosial guna mendukung ketepatan bahasa. Menonton TV dan DVD yang menarik perhatian mungkin bukan pengganti yang setara bagi interaksi hangat sosial manusiawi pada usia ini. Anak yang lebih tua mungkin berbeda, tapi bayi yang masih hijau tampaknya belajar bahasa paling baik dari orang," katanya.
Dr. Dimitri Christakis, dokter anak di Seattle Children's Hospital Research Institute yang ikut mengerjakan studi tersebut, mengatakan orang tua seringkali bertanya kepada dia mengenai nilai video semacam itu.
"Bukti bertambah banyak bahwa semua itu tak bernilai dan malah mungkin berbahaya," kata Christakis. (*/bun)

Tags: Kesehatan

0 komentar

Leave a Reply

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.