You Are Here: Home» Pendidikan , topnews » AS Gandeng 25 Perguruan Tinggi di Indonesia


Perhatian Penting Untuk Pembaca Artike.abajadun.com
  1. Isi artikel, berita dan materi www.artikel.abajadun.com di ambil dan sadur dari berbagai sumber .
  2. Hak cipta dari isi , artikel , berita dan materi lainya adalah menjadi hak milik dari sumber bersangkutan .
  3. Admin abajadun sama sekali tidak berniat membajak dari sumber manapun, semua artikel,berita dan isi merupakan catatan yang pernah say abaca untuk kemudian saya documentasikan di artikel.abajadun.com supaya bisadi baca teman teman dan sebagai media silaturrahmi dan berbagi informasi.
  4. Jika ada yang keberatan dengan pemuatan isi , berita ,artikel, gambar foto,video yang ada di artikel.abajadun.com silahkan anda hubungi saya dan saya tidak akan keberatan menghapus isi materi tersebut .
  5. Bagi pembaca yang ingin menyebarkan /menggunakan materi di artikel.abajadun.com saya persilahkan saja dengan mencantumkan sumber asli artikel .
Terakhir jika ada kebaikan dan keberhasilan , saya ucapkan syukur alhamdilillah , semoga semuanya bias memberi manfaat kepada kita semua baik untuk diri sendiri agama,nusa dan bangsa , sebagai penutup saya sadar bahwa masih banyak kekurangan pada diri saya , untuk itu bila ada kekuarnganya saya mohon maaf dan atas perhatian anda saya ucpakan terimakasih. Akhir kata selamat membaca.
-
Jakarta, 12 September 2012-“Investasi di berbagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia merupakan prioritas utama Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Misi the United States Agency for International Development Indonesia (USAID), Derrick Brown.
The Higher Education Leadership and Management (HELM) merupakan program pelatihan kepemimpinan dan manajemen, memfasilitasi pertukaran keahlian teknis dan mempromosikan kerjasama antara dosen pengajar untuk institusi pendidikan tinggi di Amerika Serikat maupun Indonesia. Hingga esok, HELM menggelar Seminar Kepemimpinan Suportif dan Kepemimpinan Keilmuan untuk Meningkatkan Kinerja Perguruan Tinggi. Program ini melibatkan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dan 25 perguruan tinggi di Indonesia.
“Tujuan kerjasama ini adalah  mendukung sistem pendidikan tinggi berkelas dunia yang akan memupuk pemimpin masa depan Indonesia yang memiliki potensi untuk memberikan solusi dalam menghadapi permasalahan global,” jelas Derrick. Mitra tersebut akan berpartisipasi dalam seminar, lokakarya, forum diskusi dan berbagai program penelitian tentang administrasi dan kepemimpinan, manajemen keuangan, jaminan kualitas serta kerjasama dengan pemangku kepentingan eksternal.
“Dikti saat ini terlalu dominan dalam pendanaan dan pengelolaan asset, karena memang Undang-Undang mengharuskannya,” ujar Sekretaris Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti) Harris Iskandar. Harris berharap kerjasama ini mampu berandil dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Selain itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dir. Belmawa) Illah Sailah juga berharap birokrasi administrasi dan profesionalisme (keilmuan) menjadi perhatian para pimpinan perguruan tinggi. “Jangan sampai ketika ditanya hal tersebut, mereka tidak tahu menahu,” ujar Illah.
Program yang berjangka waktu lima tahun menghabiskan dana $19 juta. Program ini memperkenalkan pendekatan baru untuk meningkatkan pelayanan pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia.
 http://www.dikti.go.id/?p=5845&lang=id
Tags: Pendidikan , topnews

0 komentar

Leave a Reply

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.