You Are Here: Home» Pendidikan » Kyai kekayaan adalah penting


Perhatian Penting Untuk Pembaca Artike.abajadun.com
  1. Isi artikel, berita dan materi www.artikel.abajadun.com di ambil dan sadur dari berbagai sumber .
  2. Hak cipta dari isi , artikel , berita dan materi lainya adalah menjadi hak milik dari sumber bersangkutan .
  3. Admin abajadun sama sekali tidak berniat membajak dari sumber manapun, semua artikel,berita dan isi merupakan catatan yang pernah say abaca untuk kemudian saya documentasikan di artikel.abajadun.com supaya bisadi baca teman teman dan sebagai media silaturrahmi dan berbagi informasi.
  4. Jika ada yang keberatan dengan pemuatan isi , berita ,artikel, gambar foto,video yang ada di artikel.abajadun.com silahkan anda hubungi saya dan saya tidak akan keberatan menghapus isi materi tersebut .
  5. Bagi pembaca yang ingin menyebarkan /menggunakan materi di artikel.abajadun.com saya persilahkan saja dengan mencantumkan sumber asli artikel .
Terakhir jika ada kebaikan dan keberhasilan , saya ucapkan syukur alhamdilillah , semoga semuanya bias memberi manfaat kepada kita semua baik untuk diri sendiri agama,nusa dan bangsa , sebagai penutup saya sadar bahwa masih banyak kekurangan pada diri saya , untuk itu bila ada kekuarnganya saya mohon maaf dan atas perhatian anda saya ucpakan terimakasih. Akhir kata selamat membaca.
-Kyai kekayaan adalah  penting
Ketika sedang di kantor, saya kedatangan seorang kyai,  yang maksudnya,  sekedar ingin bersilaturahmi. Selama ini rupanya kyai ini cukup  perhatian pada UIN Maliki Malang. Ia menganggap bahwa  pendidikan dengan menggabungkan antara dua tradisi, yaitu tradisi perguruan tinggi dan ma’had adalah  tepat. Apalagi di kampus ini juga dikembangkan kegiatan pembelajaran Bahasa Arab secara intensif, tradisi shalat berjamaah pada setiap waktu, dan bahkan juga  kegiatan hafalan al Qur’an oleh para mahasiswanya.

Biasanya kalau ia datang, selalu membicarakan  tentang pendidikan, khususnya tentang pesantren.  Pada kesempatan silaturrahmi terakhir ini, selain membicarakan tentang pesantren sebagaimana biasanya, ia menyinggung   tentang arti kekayaan dan kebahagiaan. Setahu saya, gaya bicara kyai  selalu  khas, yaitu bebas, terbuka, dan  ikhlas. Rujukannya selalu al Qur’an, hadits nabi dan  hasil pengamatannya terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.  

Kyai ini  berpandangan  bahwa kekayaan itu adalah  penting. Tanpa kekayaan yang cukup siapapun tidak akan  bisa membangun  pesantren. Ia mengaku, sejak ditinggal wafat orang tuanya pada awal tahun 1970-an, tidak pernah berhenti dalam mengembangkan  pondok. Membeli tanah  dan membangun ruang belajar, tempat tinggal santri,  dan lain-ain selalu dilakukan tanpa pernah berhenti. Kegiatannya  itu tidak akan berjalan manakala tidak ada kekayaan. Maka kekayaan memang selalu penting bagi siapa saja, termasuk bagi pesantren.

Banyak orang,  kata kyai,  tatkala memberi makna terhadap kekayaan dan kebahagiaan ternyata kurang tepat. Semua orang menginginkan agar dalam hidupnya meraih kebahagiaan. Keinginan itu, menurut pandangan kyai,  tidak salah dan memang seharusnya seperti itu. Akan tetapi menjadi kurang tepat tatkala menganggap bahwa,  pintu meraih kebahagiaan itu hanyalah harta. Dengan anggapan itu maka banyak orang sehari-hari hanya mengumpulkan dan menjaga harta.  Akibatnya, mereka sehari-hari  menjadi diperbudak oleh hartanya itu.

Sedemikian cintanya terhadap harta, maka setiap waktu, mereka  hanya memikirkan  uang. Bahkan ketika  mereka sedang menjabat, atau berpeluang,  maka yang dipikirkan juga bagaimana mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, apapun cara yang ditempuh, termasuk menyuap atau korupsi. Sekarang ini,  menurut penglihatan kyai, gejala seperti itu dengan amat mudah bisa diamati di mana-mana. Orang mengumpulkan harta kekayaan dengan berbagai cara,  menganggap bahwa dari kekayaan itu, mereka akan mendapatkan kebahagiaan.    

Anggapan mereka itu ternyata salah. Mengumpulkan harta dengan cara tidak benar, ternyata justru menjadikan dirinya tersiksa. Mereka menjadi tersangka, diadili, dan bahkan dipenjara. Nama mereka  diberitakan di berbagai media massa atas ketamakannya itu. Atau, banyak lagi yang menjadi buron, oleh karena menggelapkan uang negara. Kasus-kasus seperti itu terjadi di mana-mana. Akibatnya, penjara menjadi penuh diisi oleh orang-orang yang terlalu suka mengumpulkan harta dengan cara yang tidak benar. Bagi mereka itu, harta justru menjadi pintu  kesengsaraan, nista,  dan penderitaan.

Harta, masih menurut kyai, memang boleh  dianggap sebagai  salah satu pintu meraih kebahagiaan. Akan tetapi  yang perlu diingat bahwa ketersediaan harta tidak selalu mendatangkan kebahagiaan. Harta akan melahirkan kebahagiaan, manakala  cara memperolehnya dilakukan dengan benar, dibelanjakan dengan benar,  dan juga sebagian dari harta itu telah diberikan kepada yang berhak. Dalam Islam terdapat ajaran bahwa pada harta itu terdapat hak bagi orang lain, yang seharusnya dikeluarkan lewat zakat, infaq,   shadaqoh,  dan lainnya.  Harta yang demikian itulah yang akan melahirkan kebahagiaan bagi pemiliknya.

Namun sebenarnya,  kebahagiaan bisa diperoleh atau dirasakan oleh siapapun, termasuk orang yang tidak terlalu banyak memiliki harta. Orang miskin pun, ------masih menurut  kyai, merasakan kebahagiaan itu. Ketika mereka mendapatkan rizki, sekalipun tidak banyak, dan kemudian dimanfaatkannya dengan penuh syukur, maka mereka akan merasakan kebahagiaan itu.  Adalah anggapan yang salah bahwa orang miskin selalu menderita dan tidak pernah merasakan kebahagiaan. Rasa bahagia dan sebaliknya susah, adalah bisa dirasakan oleh siapapun, baik oleh orang yang berkelebihan harta maupun orang-orang yang tidak memilikinya.

Pada saat sekarang ini, para koruptor yang sedang diadili dan dipenjara, sekalipun hartanya masih melimpah, akan merasakan penderitaan yang luar biasa.  Sehari-hari mereka harus berada di penjara,  terpisah dari keluarga, teman,  dan sahabat. Mungkin  umpama bisa memilih, --------bisa jadi, mereka akan memilih menjadi miskin, tetapi bebas dari berbagai ancaman itu.   Ternyata dalam kehidupan ini, kekayaan tidak selalu mendatangkan kebahagiaan,  dan sebaliknya miskin tidak selalu identik dengan penderitaan.


Kekayaan yang diperoleh dengan cara tidak benar ternyata justru mengantarkan pemiliknya menjadi menderita. Atau dengan bahasa lain, kekayaan bisa berjarak dengan  kebahagiaan, dan sebaliknya kebahagiaan dan kemiskinan ternyata bisa saling mendekat. Artinya,  pada diri orang kaya terdapat penderitaan dan sebaliknya,  pada orang miskin pun bisa merasakan  kebahagiaan, apalagi yang bersangkutan masih bisa bersyukur, ikhlas, sabar,  dan tawakkal. Wallahu a’lam.
Thanks for reading: Kyai kekayaan adalah penting
Tags: Pendidikan

0 komentar

Leave a Reply

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.