You Are Here: Home» » OPINI - Ketika Rakyat Sepakat dengan Perubahan

To: Pembaca abajadun di manapun berada Dengan ini saya menyampaikan beberapa tulisan terbaik untuk di baca Saya berharap di baca sampai selesai ya ?

Message:
Joko Widodo - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resmi dinobatkan sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 versi hitung cepat. Kemenangan Jokowi mendobrak hegemoni partai politik yang selama ini menguasai pesta politik di Tanah Air.

Kemenangan Jokowi juga membuktikan kepada para elite politik di Tanah Air bahwa keinginan perubahan rakyat dalam ruang demokrasi tak bisa dibendung. Meski menggunakan segala cara istilah Machiavelli, namun calon yang diharapkan mengubah Ibukota tetap mulus melenggang.

Joko Widodo bukan hanya muncul sebagai harapan rakyat, juga menimbulkan asa positif terhadap ruang demokrasi di negara ini. Kerelaan calon incumbent untuk mengakui kekalahan dalam pemilukada DKI Jakarta kemarin juga bisa menjadi contoh baik pelaksanaan pesta demokrasi di Tanah Air. Apalagi, DKI Jakarta adalah barometer politik nasional yang bisa jadi dilihat seluruh daerah di Tanah Air.

Kembali kepada persoalan Jokowi - Ahok, kesepakatan tidak tertulis yang membuncah dari lubuk hati warga DKI Jakarta turut membantu Jokowi menuju singgasana di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Partai-partai besar yang mendukung Foke di putaran kedua juga tampak setengah hati melihat harapan masyarakat yang ditujukan kepada Jokowi begitu besar. Mungkin hanya PKS yang suara pemilihnya relatif bergeser mendukung Foke-Nara, selebihnya mengalir untuk Joko Widodo.

Kini, setelah melewati tantangan politik jalanan, Jokowi mesti dihadapkan lagi dengan tantangan politik di "Kebon Sirih" yang kemungkinan bisa menjegal kebijakan pak gubernur. Dalam hitung-hitungan kursi di DPR, koalisi PDI Perjuangan dan Gerindra yang mengusung Jokowi-Ahok hanya punya kekuatan 15 persen di kursi dewan. Tentu jumlah ini tidak begitu kuat jika Jokowi tak "permisi" dengan partai-partai yang kalah. Toh, dalam dunia politik semua bisa terjadi asal ada kesepakatan.

Jika itu yang terjadi, masih bisakah Jokowi mempertahankan idealismenya untuk bekerja yang katanya tanpa beban dan kepentingan pribadi, kelompok maupun parol. Karena ini Jakarta, bukan Solo mas Jokowi.

Tags:

0 komentar

Leave a Reply

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.