You Are Here: Home» » Pembangunan Gedung Kpk Melalui Saweran

To: Pembaca abajadun di manapun berada Dengan ini saya menyampaikan beberapa tulisan terbaik untuk di baca Saya berharap di baca sampai selesai ya ?

Message:
Membangun masjid di banyak tempat dikumpulkan dari dana hasil saweran. Cara itu adalah hal biasa, oleh karena pemerintah belum menyediakan dana untuk pembangunan tempat ibadah, termasuk pembangunan masjid. Lagi pula, masjid selalu diangap milik bersama, yaitu milik umat, sehingga wajar dibangun secara bersama-sama.



Saweran untuk pembangunan masjid di bebarapa tempat dilakukan di jalan-jalan. Beberapa orang, oleh panitia ditugasi meminta saweran terhadap orang yang sedang berkendaraan di jalan. Mobil yang sedang melintas di dekat masjid yang sedang dibangun di minta pelan lalu dimintai sumbangan. Sebagian memberi dan sebagian lain tidak mempedulikan. Permintaan itu juga tidak memaksa, melainkan seikhlasnya.



Pembangunan masjid yang dilakukan dengan dana saweran seperti itu ternyata juga banyak berhasil. Pembangunan masjid, sekalipun berukuran dan berbeaya besar, bisa diselesaikan hanya dari hasil saweran, sekalipun harus menunggu waktu yang cukup lama. Akibatnya, cara pengumpulan dana seperti itu ditiru oleh yang lain, sehingga banyak sekali pengumpulan dana pembangunan masjid yang dilakukan dengan cara tersebut.



Oleh karena dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas, dan belum tentu uang saweran seperti itu diberikan secara ikhlas, maka sementara ulama' melarangnya. Saweran tidak boleh dilakukan manakala hal itu mengganggu orang lain dan apalagi dari orang yang sedang berlalu lintas. Selain dianggap menganggu, cara mengumpulkan dana pembangunan masjid seperti itu dianggap kurang layak. Akan tetapi, oleh karena masyarakat sudah sedemikian mencintai masjid, sementara saweran adalah satu-satunya alternatif, maka larangan itu tidak dipedulikan, dan akhirnya pembangunan tempat ibadah dimaksud berhasil terselesaikan. Banyak masjid dibangun hanya dengan dana hasil saweran seperti itu.



Akhir-akhir ini saweran bukan saja untuk pembangunan masjid melainkan untuk gedung KPK. Hal itu dianggap lebih aneh, oleh karena KPK adalah institusi pemerintah. Sementara ini, semua gedung pemerintah selalu dibangun dari dana APBN. Oleh karena itu, gedung KPK seharusnya dibangun dari dana pemerintah pula, dan tidak lewat saweran. Cara itu memberi kesan, bahwa di antara pihak-pihak yang berkepentingan sedang terjadi sesuatu yang perlu segera diselesaikan.



Pihak-pihak yang dimaksud berkepentingan itu setidak-tidaknya adalah DPR dan KPK sendiri. DPR adalah lembaga yang berhak memberi persetujuan anggaran, sedangkan KPK adalah pihak yang memerlukannya. Kegiatan pengumpulan dana lewat saweran untuk pembangunan gedung KPK bisa dibaca bahwa, telah terjadi hubungan yang tidak harmonis di antara kedua institusi pemerintah itu. Hubungan seperti itu seharusnya tidak boleh terjadi. Baik KPK maupun DPR adalah sama-sama milik dan dibutuhkan rakyat. Keduanya harus seiring dan sejalan demi kepentingan rakyat.



Semua institusi pemerintah, selain memberikan pelayanan secara langsung kepada rakyat melalui peran-peran yang dijalankan, seharusnya juga sekaligus memposisikan dirinya sebagai pendidik terhadap rakyat. Orang-orang yang berada di kedua institusi tersebut, sebagaimana institusi pemerintah lainnya, selalu dianggap sebagai pemimpin rakyat. Sebagai pemimpin, diharapkan menyandang peran keteladanan, pengayom, dan hal yang lebih penting lagi adalah memiliki kearifan.



Pengumpulan dana pembangunan gedung KPK melalui saweran sebenarnya boleh-boleh saja dilakukan. Atas dasar kecintaan rakyat terhadap lembaga itu, sekalipun harus memakan waktu lama, dana itu akan terkumpul dan pembangunan gedung KPK akan terselesaikan, persis sebagaimana pembangunan masjid dari saweran yang terjadi di mana-mana. Akan tetapi, berbeda dengan pembangunan masjid, dalam saweran untuk gedung KPK, terasa ada hubungan yang kurang harmonis di antara kedua institusi pemerintah tersebut. Hubungan seperti itu seharusnya sama-sama dihindari, agar tidak terjadi sesuatu yang kurang indah tatkala dilihat oleh rakyat.



Manakala saweran adalah sebuah jalan darurat, maka hal itu harus dilakukan tatkala sudah benar-benar berada pada titik darurat sebagaimana pembangunan masjid di beberapa tempat sebagaimana disebutkan di muka. Namun rasanya, proses pembangunan gedung KPK itu belum sampai pada titik darurat. Kedua institusi dimaksud masih bisa menyelesaikan dengan cara bertemu dan berdialog bersama agar terjadi saling memahami, menghargai, merasa saling memerlukan dan diperlukan. Jika proses ini dilakukan, kiranya akan terjadi saling memahami, menghargai, dan bekerjasama untuk sama-sama memenuhi kepentingan rakyat sebaik-baiknya. Wallahu a'lam.

Tags:

0 komentar

Leave a Reply

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.