You Are Here: Home» » Siapapun, Hanya Sekedar Ingin Menjadi Seorang Kaya

To: Pembaca abajadun di manapun berada Dengan ini saya menyampaikan beberapa tulisan terbaik untuk di baca Saya berharap di baca sampai selesai ya ?

Message:
Magang yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah ikut bekerja sebagai latihan sebelum yang bersangkutan berbisnis secara mandiri. Dengan magang maka seseorang akan mengetahui seluk belum berbisnis secara mendalam. Bahkan dengan magang pula seseorang tidak saja berhasil memperkaya dirinya dengan pengalaman dan pengetahuan berdasar kenyataan di lapangan. Lebih dari itu, lewat magang akan menambah penghayatan dan kecintaan terhadap bisnis yang akan dikembangkan.



Kesimpulan tersebut saya dapatkan dari seorang yang seumur-umur pekerjaannya adalah sebagai pengusaha. Orang yang saya maksud umurnya sudah 87 tahun, namun sampai sekarang masih berbisnis. Sekalipun umurnya sudah berkepala delapan, ia merasa masih sehat, ke mana-mana sanggup menyetir mobilnya sendiri. Kebiasaan olah raga hanya dijalani dengan jalan kaki, dan itupun hanya dua kali pada setiap minggu.



Saya bertemu dengan orang berketurunan Cina ini sercara tidak sengaja. Kebetulan sama-sama diundang pada sebuah pertemuan dan secara tidak sengaja pula duduk pada satu meja. Kesempatan itu saya gunakan untuk berkenalan dan sebisa-bisa menggali pengalaman yang saya yakin banyak manfaatnya. Ternyata orang yang mengaku hanya lulus sekolah dasar ini selama hidupnya berbisnis. Dia mengatakan bahwa untuk bisa berbisnis tidak perlu sekolah lama-lama. Belajar bisnis yang diperlukan bukan ijazah dan atau sertifikat, melainkan pengalaman berbisnis dan itu bisa diperoleh lewat magang.



Dia mempertegas pendapatnya dengan mengatakan bahwa, jika ingin menjadi pengusaha di bidang pertanian, maka harus mau magang kepada orang yang memiliki usaha di bidang pertanian. Orang yang mau berusaha di bidang perdagangan harus magang kepada orang yang sehari-hari pekerjaannya berdagang. Orang yang ingin mengembangtkan peternakan, maka harus mau magang kepada pengusaha ternak, dan seterusnya. Lewat magang itu, juga harus belajar bagaimana pemilik perusahaan memimpin para pekerja, mamanage, membangun jaringan kerjasama, bernegosiasi dengan orang lain, dan seterusnya.



Siapapun, hanya sekedar ingin menjadi seorang kaya, menurut pendapat orang keturunan Cina itu tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Sekolah hingga perguruan tinggi semestinya tidak untuk mencari kekayaan, melainkan untuk mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Namun ilmu pengetahuan, selain diperoleh dari kampus, juga bisa didapat dari belajar melalui magang. Ia melihat banyak lulusan perguruan tinggi di negeri ini masih sulit mendapatkan pekerjaan. Menurut pendapatnya, hal itu dianggap wajar. Sebab untuk mendapatkan pekerjaan, ------ sebagai entrepreneur, bukan lewat sekolah atau bahkan perguruan tinggi, tetapi harus lewat magang.



Orang Cina yang sudah berumur tersebut masih saja berusaha meyakinkan saya, dengan cara mengajukan pertanyaan yang kemudian dijawabnya sendiri, bahwa mana ada orang yang pernah magang, -------apalagi hingga cukup lama, tetapi kemudian ternyata menganggur. Pertanyaan itu dijawabnya sendiri, dengan mengatakan secara tegas, tidak ada. Orang yang pernah magang pasti bisa bekerja dan akan mau bekerja. Ia menunjukkan beberapa nama teman-temannya yang sekarang ini telah sukses menjadi kaya, baik sebagai petani, peternak, dan pedagang, yang semua pengetahuan dan pengalamannya diperoleh lewat magang.



Sebaliknya, ia juga mengatakan bahwa banyak lulusan perguruan tinggi tidak mendapatkan pekerjaan. Mereka banyak menganggur oleh karena tidak memiliki pengalaman dan bahkan jiwa entrepreneur. Sekalipun pandai menganalisis dan memiliki banyak pengetahuan, akan tetapi jika tidak memiliki kemauan, dan jiwa entrepreneur, maka siapapun tidak akan menjadi pengusaha. Pengusaha itu lahir dari panggilan jiwa, kemauan, semangat berusaha, dan ditambah lagi dengan keberanian menghadapi berbagai resiko yang mungkin akan diterima.



Dalam kesempatan berbincang-bincang itu, saya menanyakan apa yang harus dilakukan agar di Indonesia ini tumbuh banyak entrepreneur. Dengan cepat ia mengatakan agar anak-anak didorong untuk magang, bekerja dari para pengusaha yang diminati. Manakala seseorang ingin menjadi petani, maka harus magang kepada petani sukses. Disuruh atau ditugasi apa saja harus mau. Seseorang yang sedang magang tidak boleh berniat mencari upah, melainkan mencari pengalaman dan berusaha mengembangkan jiwa bisnis. Belajar bisnis menurutnya jangan lewat kursus atau sekolah yang orientasinya hanya mendapatkan sertifikat atau ijazah.



Pengangguran yang semakin banyak pada saat sekarang ini adalah disebabkan oleh karena orang tua tidak mengarahkan anak-anaknya untuk mau dan berlatih bekerja. Anak-anak zaman sekarang, menurut pengamatannya selama ini diperlakukan secara keliru, yaitu dimanjakan dengan diberi fasilitas dan dibantu apa saja yang menjadi kebutuhannya. Anak-anak keturunan Cina pada zaman dahulu, sejak kecil dilatih bekerja atau berusaha. Dunia ekonomi atau cara-cara mendapatkan uang dilatih sejak kecil. Pada pagi hari, anak-anak dikirim ke sekolah, sedangkan pada waktu lainnya dilatih bekerja. Dengan demikian anak-anak tidak terbiasa menganggur. Pada saat sekarang ini, menurut pendapatnya, ada kebiasaan yang salah yang dikembangkan oleh kebanyakan orang tua. Akibatnya, anak sekalipun sudah lulus dari sekolah tidak bisa bekerja, kecuali menjadi pegawai, buruh pabrik, sebagai penjaga toko, sopir, atau bahkan sebagai cleaning servis. Tugas-tugas itupun bisa dilakukan secara baik setelah mereka dilatih.



Mendengarkan penuturan pengusaha tua tersebut, saya merasakan ada benarnya. Bahwa sebagai entrepreneur selalu memerlukan bekal, dan bekal itu adalah berupa pengalaman dan jiwa sebagai pengusaha. Tanpa bekal itu akan sulit menjadi pemenang dalam kompetisi berbisnis. Bahkan orang tua tersebut meyakinkan saya lagi bahwa sekedar menjadi pengusaha, bekal yang terpenting adalah kemampuan menulis, membaca, dan berhitung. Selebihnya akan diperoleh sendiri melalui pengalaman. Akhirnya, rasa-rasanya saya agak terpengaruh oleh pengusaha seorang Cina tua dan sukses tersebut. Pendapatnya itu, jika direnungkan secara mendalam, rupanya ada benarnya. Wallahu a'lam.

Tags:

0 komentar

Leave a Reply

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.