You Are Here: Home» Pendidikan , Pengetahuan , Teknologi , topnews , trik komputer » Sir Tim: Penjaga Kebebasan Internet

Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Sir Tim: Penjaga Kebebasan Internet
Dani Hamdani

"BAPAK Internet itu akhirnya mendapat balasan setimpal," tulis International Herald Tribune (IHT), 15 Juni. "Bagaimana sang Bapak World Wide Web mencipta namanya," tulis Webactive. "World Wide Web di usia ke-15," tulis Ziff Davis Media. Banyak lagi tulisan lain. Semua menyanjung Sir Tim Berners-Lee.
Tak ada yang meragukan, wajah internet pasti akan berbeda andai Tim Berners-Lee mematenkan temuannya pada 1989. Karena kebaikan hati Sir Tim, begitu ia kini punya nama, World Wide Web bebas dipakai semua orang. Walau banyak jutawan lahir dari internet (sebutlah Jeff Bezos (Amazon.com), Jerry Yang (Yahoo!), Pierre Omidyar (eBay), dan yang lain, pria kelahiran London, 8 Juni 1955, ini memutuskan tetap menjadi seorang peneliti.
Karena itu, Dr. Pekka Tarjanne, mantan Direktur Jenderal International Telecommunication Union, Ketua Dewan Juri
Millennium Technology Prize, mengaku sama sekali tak mendapat kesulitan untuk memilih Berners-Lee sebagai pemenang. Padahal, bersama delapan juri lain, Tarjanne harus menentukan seorang pemenang dari 78 nominator dari 22 negara.
Pemberian penghargaan Millennium Technology Prize ini
bukan proyek main-main. Hadiah yang diberikan luar biasa besar: 1 juta euro (sekitar Rp 11 milyar). Ini adalah penghargaan bidang teknologi terbesar di bumi pada saat ini. Tambahan lagi, pemenang kali ini merupakan pemenang pertama hadiah tahunan anugerah Yayasan Penghargaan Teknologi Finlandia.
Menurut Pekka Tarjanne, web yang ditemukan Berners-Lee telah membuat kemampuan orang memperoleh informasi meningkat luar biasa cepat. "Web merangsang tumbuhnya jaringan sosial jenis baru, menyokong keterbukaan dan demokrasi, serta membuka lebar jalan untuk pengembangan usaha dan pengelolaan informasi," kata Tarjanne.
Berners-Lee mencipta World Wide Web saat bekerja di CERN, Laboratorium Partikel Fisika Eropa di Swiss. Ia juga manusia pertama yang menulis web browser, editor, dan server pada 1990. Temuan itu sudah bisa diakses publik pada 1991. Setelah itu, Berners-Lee terus berjuang agar temuannya tetap terbuka, gratis, dan tak dimiliki siapa pun.
Dalam pidato pada konferensi tahunan ke-13 International World Wide Web, akhir Mei lalu, di New York, Berners-Lee menekankan prinsip itu. "Web adalah masalah universalitas. Ia tak bergantung pada hardware yang digunakan, sistem operasi, software aplikasi yang dipakai, ataupun jaringan yang Anda gunakan," kata Berners-Lee.
Agar web terus berkembang, lanjut Berners-Lee, ia harus tetap terbuka pada apa pun. Standar terbuka membuat setiap orang bisa bereksperimen menjadi yang terbaik dalam sebuah kompetisi bebas. "Lima belas tahun ke muka, sistem terbuka ini harus dipelihara agar menjadi pijakan kaum penemu," katanya.
Andai saja 15 tahun lalu WWW dipatenkan, lanjut Lee, dunia internet kini mungkin akan memiliki 16 jenis web. "Akan ada CERN Web, Microsoft, Web Digital, HyperCard dari Apple, dan satu sama lain tidak akan pernah cocok," katanya kepada Victoria Shannon, seperti ditulis IHT dan E-Commercetimes.com.
Namun Berners-Lee pun sadar, dunia paten saat ini sudah jauh berbeda dengan 15 tahun silam. Bahkan untuk hal sederhana sekalipun, perusahan besar berebut paten. April lalu, misalnya, Microsoft mendapat paten dari Pemerintah Amerika atas penggunaan "tekan sebentar, tekan lama, dan dobel klik oleh satu tombol" pada komputer genggam. Pada tahun 2000, British Telecom berusaha memperoleh royalti untuk "hyperlinking".
Pada 2002, Amazon.com mematenkan cara belanja online dengan sekali klik pada mouse. "Sekarang orang bisa menulis program di komputer berdasar kreativitasnya, tapi suatu hari ada seorang pengacara melongok dari balik pundak dan bilang, 'Maaf ya, tapi baris 35 hingga 42 adalah milik saya,' walaupun semua baris itu Anda sendiri yang mengetiknya," kata Berners-Lee.
Masalah paten bakal bertambah rumit. "Si raja paten" Microsoft pun kena batunya. Ia digugat senilai US$ 521 juta oleh perusahaan Chicago, Eolas Technologies, karena menggunakan peranti aplikasi dalam internet browser-nya. Di Eropa, beberapa eksekutif puncak perusahaan teknologi terkemuka, seperti Nokia, Ericsson, Siemens, Philips, dan Alcatel, juga mengingatkan Uni Eropa, bila software tidak dipatenkan, dana penelitian sebesar 15 milyar euro akan terbuang sia-sia tiap tahun.
"Ini semua harus diakhiri," kata Berners-Lee. "Spirit internet itu keterbukaan dan berbagi. Itu akan membuka ruang besar bagi ide-ide baru," ujar Berners-Lee, yang kini direktur organisasi nirlaba World Wide Web Consortium. Konsorsium yang didirikannya pada 1994 itu berbasis di Laboratory for Computer Science, Massachusetts Institute of Technology, Boston.
Dari sana Berners-Lee mengoordinasikan pengembangan web lintas dunia dengan tim lain di INRIA (Prancis) dan Universitas Keio (Jepang). Dari laboratoriumnya, Berners-Lee terus menjaga agar web berguna bagi manusia di seluruh dunia.
Berners-Less memang bersahaja. Bukan hanya tak mau mematenkan temuannya, ia juga tak tertarik bergabung dengan perusahaan raksasa. Namun, selepas dari Jurusan Fisika The Queen's College, Oxford University, London, pada 1976, ia pernah bekerja di beberapa perusahaan swasta Inggris. Mulai dari pabrik peranti telekomunikasi Plessey Telecommunications, lalu D.G. Nash Ltd, hingga John Poole's Image Computer Systems Ltd. Baru pada 1984 ia bergabung dengan CERN di Jenewa, tempat ia kemudian mengembangkan dan menemukan WWW.
Millennium Technology Prize bukanlah penghargaan pertama bagi Berners-Lee. Pada biografinya, http://www.w3.org/People/Berners-Lee/Longer.html, tertulis bahwa dalam kurun sembilan tahun terakhir, ia telah memperoleh 28 penghargaan dari berbagai institusi terhormat. Ia juga mendapat penghargaan akademis dari delapan perguruan tinggi, serta menjadi anggota kehormatan lima asosiasi bergengsi dunia. Ia pun mendapat gelar kebangsawanan, Sir.
Meski bukan yang pertama, Millennium Technology tentu mendapat tempat khusus di hati Berners-Lee. Selain duit belasan milyar rupiah, ia juga mendapatkan award itu, 15 Juni lalu, langsung dari tangan Presiden Finlandia, Tarja Halonen.
Sumber : GATRA (18 Juni 2004)
Tags: Pendidikan , Pengetahuan , Teknologi , topnews , trik komputer

0 komentar

Leave a Reply

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.